Untuk Liburan Saja Mencicil Berani, Kenapa Takut Mencicil DP Rumah?

Untuk Liburan Saja Mencicil Berani, Kenapa Takut Mencicil DP RumahTraveling pasti dibutuhkan hampir setiap orang yang jelas memang dapat menjadi solusi terbaik anda guna melepas penat dan stres. Setidaknya bisa dilakukan minimal dua kali dalam setahun traveling atau jalan-jalan. Dengan menyesuaikan bujet yang ada, destinasinya bisa tetap dalam negeri maupun bisa keluar negeri.

Memang sah-sah saja bisa dijadikan hobi, kegiatan yang asyik satu ini bagi anda yang gemar sekali traveling. Dengan demikian, tetap batasan pengeluaran harus bisa diperhatikan serta juga jangan sampai habis dengan Cuma-Cuma pendapatan setiap bulannya tanpa bisa menghasilkan sesuatu yang berguna. Contohnya rumah.

baca juga: Menabung Maupun Investasi? Semuanya Harus Dimiliki Kamu Lho

Berdasarkan dari data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2019, ada sedikitnya 81 juta keluarga milenial di Indonesia belum bisa membeli rumah hingga saat ini. Dari total penduduk Indonesia jumlah ini setara dengan 60% nya.

Dengan asumsi yang terdiri dari empat orang rata-rata satu keluarga, maka ada sekitar 162 juta orang atau sebanding dengan 60% belum bisa membeli rumah  dari total keseluruhan jumlah penduduk Indonesia yaitu 270 juta orang.

Ironisnya, tahun 2019 lalu menurut dari laporan Global Travel Economy, sekitar 50% masyarakat Indonesia mengaku guna berliburan akan meningkatkan anggaran untuk traveling.

Mereka bersedia mendapatkan hak sesuatu yang dapat menghabiskan bujet lebih hanya lantaran untuk merasakan liburan. Masyarakat sudah lumayan banyak yang sadar berhemat untuk bisa berlibur ada laporan yang tercatat 50% dan 50% yang lain lebih untuk merencanakan berkunjung ke destinasi impian.

baca juga: Anda Susah Menabung, Inilah 5 Hal Kekinian Yang Menghambatnya

Dari hasil penelitian ini bisa disimpulkan yang belum mampu bisa membeli rumah baru tentu berbanding terbalik dengan banyaknya masyarakat Indonesia saat ini, ada sebabnya yang dianggap terlalu besar kendalanya di bagian uang muka.

Sebenarnya, karena ketidak siapan menabung guna pembayaran uang muka rumah idaman. Mereka rela mencicil maupun menabung uang sekian lama hanya untuk bisa berlibur ke destinasi impian.

Lebih sedihnya lagi, generasi Y (1980-1999) ini banyak yang menganut hobi traveling yang seharusnya sebagai tujuan hidup ini merupakan sudah bisa memprioritaskan rumah tinggal.

Pendapat perencana keuangan dari Mitra Rencana Keuangan Mike Rini Sutikno, untuk mencicil rumah adalah usia produktif yang semestinya dapat dijadikan masa yang paling baik. Semisal rata-rata dari umur 22 sampai 26 tahun.

Nantinya diumur 28 sampai 30 tahun bisa diharapkan sudah dapat terkumpul uang muka yang dibutuhkan dan bisa mengajukan KPR.

Tutur mike “Seseorang yang baru lulus dari kuliah serta bekerja, gaji pertama harus mulai ditabung untuk ditujukan pembayaran uang muka rumah. Bisa ditargetkan juga dalam jangka waktu menabung guna DP minimal selama dua tahun. Sebab jika lebih dari jangka waktu 2 tahun, bisa dipastikan semakin melambung untuk harga rumah”.

Ia juga menambahkan, “Cara yang paling mudah membayar uang muka adalah dengan melakukan penyisihan setengah dari uang gaji untuk ditabung. Kekurangannya bisa diperoleh dari bonus tahunan perusahaan maupun uang THR (Tunjangan Hari Raya)”.

Setelah terkumpulnya uang DP, dengan menyisihkan maksimal 30% dari penghasilan tetap anda dan bisa memulai mengajukan KPR.

Tutur Mike “Jika menabung untuk DP saja sudah terbentuk disiplin, nantinya dalam hal menyicil KPR bulanan anda tidak akan mengalami kesulitan”.

Namun, jika dalam kurun waktu dua tahun anda mengalami kesulitan untuk mengumpulkan uang muka, masih ada cara lain untuk menambah penghasilan dan pundi-pundi tabungan yang wajib bisa dicoba.

sumber artikel: rumah.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *