Tips Bayar Secara Tunai Membeli Rumah Tanpa Riba Bukan Hal Yang Mustahil Lagi!

Tips Bayar Secara Tunai Membeli Rumah Tanpa Riba Bukan Hal Yang Mustahil Lagi! – Dalam membeli rumah ada sejumlah orang yang menghindari dari riba. Tips berikut ini merupakan membeli rumah tanpa riba yang bisa dibeli secara cash atau tunai.

Belakangan ini tren hijrah di Indonesia di kalangan masyarakat beragama islam semakin ramai terjadi. Tidak hanya mereka mengubah penampilan terutama untuk kaum perempuan yang memakai pakaian syar’i maupun mengikuti pengajian-pengajian yang ada. Tetapi, pada masalah salah satunya soal riba, mereka juga sudah mulai meninggalkannya karena tidak sesuai dengan gaya hidup pada syariah islam.

Mereka juga mulai melirik pembiayaan syariah dan perlahan-lahan meninggalkan pembiayaan konvensional yang bersifat riba. Banyak yang tidak meneruskan pembiayaan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dari mereka. Serta mereka juga sudah menstop Kredit Pemilikan Rumah (KPR) lantaran bersifat riba dari bank konvensional.

Tetapi, karena dianggap tidak sepenuhnya murni syariah, ada juga yang tidak melirik pembiayaan syariah. Lalu adakah solusi selain KPR dan KPR syariah? Lantas bagaimana jika mereka ingin membeli rumah. Padahal, ada tiga cara untuk pembayaran rumah yaitu secara tunai, tunai bertahap, serta cicilan ke developer.

baca juga: Kenali Ciri Khas, Sistem KPR, Hingga Developer Syariah

Beberapa developer syariah memang kepada konsumen memberikan kemudahan yaitu bisa langsung dicicil ke developer. Dapatkah membeli rumah bisa secara cash/tunai? Jawabannya bukan hal yang mustahil dan pasti saja bisa. Waktunya kamu berhijrah serta tidak lagi riba. Ada beberapa tips dalam membeli rumah tanpa riba yang dapat dilakukan.

1. Lakukanlah Perencanaan Keuangan

Pertama kali hal yang dilakukan yaitu pada kamu serta pasangan lakukanlah perencanaan keuangan. Dalam waktu sebulan kamu bisa menghitung berapa penghasilan serta dalam waktu yang sama berapa jumlah pengeluarannya.

Apakah kamu mempunyai cicilan semisal KKB, Kredit Tanpa Agunan (KTA), maupun cicilan kartu kredit?. Kalau iya, seluruh cicilan itu sebaiknya wajib dilunasi terlebih dahulu supaya tidak ada lagi yang dapat menjadi beban pengeluaran.

2. Hitung Waktu Menabung dan Harga Rumah

Berapa selama satu bulan jumlah penghasilan kamu? Contohnya, mempunyai penghasilan Rp5 juta yang dihasilkan bersama kamu dan pasangan. Artinya Rp10 juta adalah joint income kamu, dapatkah kamu minimal 30 persen maupun malah 40 persen yang disisihkan.

Kalau jalan tengah yang diambil, alhasil dapat disisihkan kamu berdua sebesar 35 persen alias Rp3,5 juta dari gaji perbulan Rp10 juta. Jika dalam kurun waktu 10 tahun kamu ingin membeli rumah, lalu perhitungannya begini Rp3,5 juta x 12 bulan x 10 tahun. Maka Rp420 juta adalah hasilnya. Apakah pada 2030 mendatang bisa cukup untuk membeli hunian?.

Bisa dipastikan bakal tidak mencukupi sebab pada tahun 2020 ini saja harga rumah yang sama juga harganya segitu, dalam jangka waktu  sepuluh tahun lagi dapat melambung hingga dua kali lipat bahkan lebih.

Tetapi, jika dikurangi menjadi lima tahun durasi waktunya, lalu perhitungannya yaitu Rp3,5 juta x 12 bulan x 5 tahun. Maka Rp210 juta adalah hasilnya. Tentunya kamu dapat menemukan rumah yang serupa harganya di pinggiran Jakarta dengan luas yang dibatasi.

Berapa harga rumah yang diinginkan kamu memang harus menghitungnya serta jangka waktu ketika menabung. Alhasil perhitungkanlah kenaikan harganya pada tahun 2025 maupun 2030, jika kamu melihat harga rumah yang Rp400 jutaan di Bojonggede, Setu Bekasi, dan Cileungsi pada tahun 2020 ini. Jika kenaikan harga rumah 5 persen pertahun dengan perhitungan sederhananya, alhasil 25 persen adalah kenaikan selama lima tahun.

Maka jika kamu lirik pada tahun 2025 harga rumah, kelak dapat menjadi Rp500 juta karena Rp400 juta + (Rp400 juta x 25 persen). Hanya sekadar ilustrasi saja ya ini. Maka dari itu kamu harus bersiap, bisa jadi kenaikan harga rumah lebih dari 25 persen.

3. Lirik Instrumen Investasi

Kalau memakai skema tabungan, maka selama lima tahun jumlah tabungan kamu adalah Rp210 juta (melihat dari perhitungan di atas). Pernahkah kamu membayangkan jika membeli emas setiap bulannya?. Emas merupakan salah satu termasuk instrumen investasi yang aman walaupun dengan yang relatif tidak terlalu besar kenaikan.

baca juga: Tips Cerdas Mengambil KPR yang Baik dan Benar

Jadi selama lima tahun kamu tidak hanya dapat mengumpulkan uang Rp210 juta ataupun selama 10 tahun Rp420 juta. Tetapi, dapat lebih dari itu sehingga jumlah dana dapat berkembang karena dimasukkan ke dalam instrumen investasi.

4. Sumber Pemasukan Lain Dipikirkan

Jika kamu ingin secara tunai membeli rumah, menabung tidak dapat menjadi satu-satunya pilihan. Sebagaimana juga untuk memperbanyak dana guna membeli rumah maka harus dipikirkan juga dengan berinvestasi.

Aslinya, untuk menambah jumlah tabungan dan investasi perbulan maka kamu harus bisa memikirkan sumber pemasukan lain. Contohnya saat akhir pekan kamu dan pasangan mempunyai pekerjaan sampingan yang dapat dilakukan.

Ataupun justru bisa yang memperbanyak pemasukan antara kamu dan pasangan dengan memiliki bisnis kecil-kecilan.

5. Pinjam Uang dari Orang Tua maupun Mertua

 Jika ingin membeli rumah secara tunai/cash yang kamu dapatkan, bisa saja kamu pinjam uang ke orang tua maupun mertua. Kamu dapat pinjam dalam jumlah besar uang tersebut pastinya jika orang tua maupun mertua mempunyainya.

Secara tunai kamu dapat membeli rumah secara langsung, sementara dapat disesuaikan dengan pendapatan besar cicilannya. Tentunya tidak ada bunga yang dikenakan karena kamu meminjam dari uang orang tua maupun mertua.

sumber artikel: artikel.rumah123.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *