Strategi Untuk Investasi Membeli Rumah

Strategi Untuk Investasi Membeli Rumah – Banyak yang terbukti mencetak orang sukses dari sektor real estat ini. Tidak heran kalau membeli rumah tidak hanya untuk ditinggali banyak juga orang yang berburu unit properti, bahkan juga digunakan sebgai aset investasi.

Namun, bisa sama dengan jenis investasi yang lainnya, sebelum anda siap menyelam dengan modal ratusan juta rupiah harus juga anda paham seluk beluk dunia properti. Inilah beberapa strategi properti untuk para investor yang pemula.

Pastikan Tepat Untuk Anda

Dalam memperbaiki kerusakan bangunan yang ada, apakah anda sudah cukup sigap dalam menangani hal tersebut? Mulai dari dinding berjamur, toilet mampet, talang air rusak. Pemilik properti biasanya dapat mengerjakan kerusakan sendiri yang terjadi pada bangunan yang mempunyai satu maupun dua rumah.

Hal ini dimaksudkan pasti tujuannya guna menghemat biaya yang ada. Dan apabila jika dalam hal mengerjakannya sendiri pastikan anda suka tidaknya atau tidak memiliki kemampuan itu, mungkin ini jenis investasi yang bukanlah tepat untuk anda.

baca juga: Inilah Kebiasaan Di Usia Muda Yang Dapat Membuat Kaya!

Terlebih Dahulu Melunasi Utang

Dalam hal mengawali untuk portofolio sebagai pebisnis sebagaian investor mungkin berhutang terlebih dahulu. Akan tetapi untuk memulai sebuah bisnis akan lebih baik jika anda menghindari utang dulu. Paling tidak, sebelum anda mulai mengajukan modal sebagai modal awal usaha pastikan lunasi dulu utang lama.

Dalam hal menjalankan usaha baru anda bisa ada yang dapat menjadi hambatan mulai dari keperluan tidak terduga di masa depan.

Mendapatkan Uang Muka

Ketimbang membeli properti pertama pada umumnya investasi properti perlu menyetor uang muka yang lumayan besar. Hal tersebut umum menjadi ketetapan oleh sejumlah pihak dari developer. Jadi untuk keperluan biaya ekstra KPR maka siapkan modal yang cukup besar guna DP uang muka.

Margin Keuntungan Perlu Diperhitungkan

Firma Wall Street, sering mendapatkan margin karena untuk mereka harus membayar gaji pegawai dengan keuntungan dari mulai 5% sampai 7% pertahun dari setiap pembelian properti. Di lain sisi, seharusnya dari pihak investor pribadi bisa mendapatkan keuntungan mencapai 10%.

Dari harga properti siapkan biaya perawatan sekitar 1% setiap tahunnya. ongkos yang lain juga seperti pajak bumi bangunan, perawatan taman, iuaran kebersihan dan iuran keamanan, bisa juga dicantumkan dalam daftar perhitungan  setiap tahunnya.

baca juga: Sharia Land – Beyond Sharia Property

Inilah yang paling masuk akal merupakan salah satu opsi investasi, mulai dari sisi harga, keunggulan, serta yang pastinya menguntungkan!

Properti Tua Jangan Dibeli

Memang cukup menggiurkan untuk anda jika mungkin guna membeli properti  tua dan merenovasinya. Akan tetapi, bisa-bisa anda malah dapat mengalami kerugian jika anda belum berpengalaman sama sekali. Terkecuali jika anda mempunyai kenalan jasa kontraktor dengan jasa ongkosnya yang cukup terjangkau dikantong dan berkualitas bagus.

Maka dari itu, jika anda menginginkan tidak memerlukan banyak renovasi pilihlah properti dengan harga miring.

Biaya Operasional Patut Diperhitungkan

Secara umum, dari pendapatan kotor harga sewa maka perhitungannya operasional dari properti baru anda adalah kurang lebih 35% sampai 80%. Apabila anda mematok harga untuk sewa bulanan dengan tarif Rp 1,5 juta serta untuk keuntungannya anda adalah 40% dan  biaya operasionalnya Rp600.000.

Dengan menggunakan aturan 50% yang merupakan kalkulasi paling mudah. Jadi kalau untuk biaya sewanya Rp2 juta, maka Rp 1 juta merupakan biaya operasional yang dapat dikeluarkan perbulan.

sumber artikel: rumah.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *