Saatnya Untuk Melirik Lagi Investasi Properti, Sebab Investasi di Sektor Keuangan Bermasalah

Saatnya Untuk Melirik Lagi Investasi Properti, Sebab Investasi di Sektor Keuangan Bermasalah – Ada peluang investor kembali melirik investasi properti, karena sejumlah investasi di sektor keuangan seperti Jiwasraya, Asabri, dan Emco mengalami masalah.

Kasus jiwasraya akhir-akhir ini menjadi perbincangan belakangan ini. Kasus perusahaan asuransi pelat merah ini belum lagi selesai, ada lagi juga yang mengalami masalah dua BUMN (badan usaha milik negara) asuransi lainya yakni Asabri dan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912.

Dan juga muncul lagi yang terbaru dari kasus Emco Asset Management. Dari sejumlah perusahaan Manajer Investasi (MI) yang bermasalah termasuk Emco yang dinyatakan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

baca juga: Untuk Investasi Pilihlah Rumah

Dapat bisa menjadi peluang bagi perusahaan pengembang yang membidik investor karena masalah-masalah yang terjadi di sektor keuangan. Untuk bisa kembali melirik investasi properti para investor bisa mengalihkan dananya ke investasi properti.

Dalam diskusi panel Property Outlook 2020 perihal ini yang diungkapkan oleh CEO (Chief Executive Officer) AKR land Thomas Go. Yang merupakan bagian dari situs properti dari REA Group Australia.

Dari Peralihan Sektor Keuangan Ke Sektor Properti Dengan Memanfaatkan Momentum Ini

Momentum untuk memanfaatkannya yang tepat bagi para investor. Bahwa saat ini kata Thomas melanjutkan menjadi waktu yang paling bagus.

“Momentum ini kita mesti perhatikan, reksadana ke properti, shifting dari saham, harus diambil teman-teman kesempatan ini. Ambil peluang ini,” tutur Thomas.

Ia juga melanjutkan hal yang bisa membuat para investor guna melirik investasi properti karena adanya sejumlah kasus yang terjadi dalam instrumen investasi di sektor keuangan. Go membagikan contohnya kasus Jiwasraya, Emco Asset Management, dan Asabri.

Di pasar keuangan seperti reksadana, saham, dan lainnya sederetan kasus ini membuat investor khawatir untuk berinvestasi. Bisa saja dengan memindahkan ke instrumen dana investor ke investasi lain seperti halnya di properti.

Untuk memanfaatkan momentum ini perusahaan pengembang harus jeli sekali. Pastinya seperti properti, investor ingin beralih menanamkan dananya pada investasi yang aman.

Kasus Jiwasraya, Asabri, dan Emco

Dari laman berita online CNBCIndonesia.com melansir jika untuk produk asuransi JS Saving Plan maka dari jiwasraya mengalami kegagalan dalam membayar. Produk ini yang merupakan dipasarkan melalui bank atau bancassurance dari produk asuransi jiwa berupa investasi.

baca juga: Menabung Maupun Investasi? Semuanya Harus Dimiliki Kamu Lho

Jatuh tempo produk asuransi ini senilai Rp12,4 triliun dalam kurun waktu Oktober-Desember 2019. Potensi gagal bayar bisa bertambah Rp3,7 triliun pada 2020 ini. Total kerugian dapat mencapai Rp16 triliun yang di dera Jiwasraya.

Masalah berbeda juga sementara dimiliki oleh Asabri. Dari Bursa Efek Indonesia CNBCIndonesia.com melansir data jika Asabri dari beberapa saham yang dimilikinya berpeluang mengalami potensi penurunan nilai saham.

Asabri di Bursa Efek Indonesia memiliki 15 emiten, di antaranya yang 12 mengalami potential loss dengan bersamaan penurunan harga saham emiten tersebut.

Berdeda lagi dengan kasus yang dialami oleh Emco Asset Management. Sejak akhir Oktober hingga akhir Desember 2019 Manajer Investasi ini mengalami penurunan dana kelolaan reksa dana yang turun drastis. Karena hal ini dipengaruhi dengan kinerja reksa dana.

Sebesar 40,22 persen dana yang dikelola reksa dana oleh Emco Asset Management itu turun. Dana yang dikelola masih Rp5,07 triliun pada akhir oktober 2019. Dan pada Desember 2019 jumlah dana kelolaan turun tajam hingga mencapai Rp2,04 triliun.

sumber artikel: artikel.rumah123.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *