Perbedaan dalam Jual Beli Rumah antara Peran Notaris dan PPAT

Perbedaan dalam Jual Beli Rumah antara Peran Notaris dan PPAT – Saat anda akan membeli sebuah properti entah itu tanah maupun rumah, pasti selalu di kaitkan dengan profesi notaris serta Pejabat Pembuatan Akta Tanah (PPAT). Di sangka memiliki tugas dan fungsi yang sama ada banyak yang mengira kalau keduanya itu merupakan komponen yang peranannya serupa. Sebab, biasanya nama notaris dan PPAT sering di pasang dalam satu plang yang sama. Ditambah lagi, memang betul ada notaris yang mendobel pekerjaan sebagai PPAT atau sebaliknya.

Namun keduanya berbeda serta perlu diketahui juga bahwa secara fungsi dan tugasnya. Ini sangat penting bagi anda yang akan mau membeli properti guna untuk mengetahui perbedaan keduanya. Dengan demikian anda bisa terhindar dari penipuan oleh developer maupun penjual guna untuk pembayaran lebih-lebih guna membayar jasa biaya mereka. Maka, hal apa saja yang dapat membedakan notaris serta PPAT, dan apa yang harus anda lakukan dalam kondisi memakai jasa profesi dari masing-masing?

Guna memperoleh informasi penjelasan secara detail dalam hal ini, dari praktisi hukum Notaris Eggie Oktia Sari, SH., Mkn. Simak saja langsung penjelasan selengkapnya dari di artikel berikut ini!

Perbedaan notaris dan PPAT berdasarkan undang-undang serta peraturan pemerintah

Tentang masalah Jabatan Notaris (UUJN) dalam kewenangan notaris diatur daam UU No 30/2004. Berdasarkan dari wewenang itu, notaris mempunyai definisi pejabat umum yang telah ditentukan oleh perundang-undangan yang bertugas membuat akta otentik maupun tugas yang lainnya. Ada di ranah hukum privat area kerjanya, salah satu merupakann dalam membuat perjanjian terkait pertanahan maupun akta tanah.

baca juga: Perbedaan KPR Syariah, KPR BANK Syariah, Dan KPR Konvensional

Sedangkan tentang Jabatan Pembuat Akta Tanah wewenangnya PPAT berpedoman pada Peraturan Pemerintah No 37 Tahun 1998. Dijelaskan didalamnya bahwa PPAT adalah pejabat umum yang berwenang membuat akta hak milik atas satuan rumah susun atau membuat akta tentang perbuatan hukum tertentu atas tanah. Lebih singkatnya, ketimbang notaris wewenang PPAT ini lebih sempit.

Situasi-situasi yang wajib memakai jasa notaris atau PPAT

Berdasarkan dari Notaris Eggie Oktia Sari, SH., Mkn, yang harus menggunakan jasa notaris dalam jual beli properti adalah jika:

1. Jual beli properti yang menggunakan melalui proses kredit, entah itu dari Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun cash bertahap melalui developer

Menurut Eggie, dalam melakukan pembelian rumah melalui proses kredit/cicilan dalam hal ini dibutuhkan notaris, langsung ke pihak developer. Perihal ini fungsi dari notaris di sini adalah membuat perjanjian perkreditan antara pembeli dan developer. Pada proses ini, akan membebankan hak tanggungan yang ada surat kuasa. Guna memakai akta notaris maka dari itu harus ditandatangani.

2. Ada situasi yang wajib menggunakan Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB)

“Jika ada Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) maka dari itu fungsinya dari Notaris itu. Sebagai pengikatan fungsinya dari PPJB itu. Dari situ, supaya surat tersebut beres masing-masing pihak mengikatkan diri guna menjual dan membeli, kemudian baru dikeluarkannya Akta Jual Beli (AJB). Bukan PPAT yang mengeluarkan Akta Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB) itu melainkan dari Notaris yang mengeluarkannya.” Tutur Eggie.

baca juga: Rencana Membeli Rumah Dimiliki 87% Milenial

3. Jika ada surat yang belum selesai, contohnya PPB belum pecah atau wajib dilakukan proses balik nama

Sebelum proses jual beli rumah terjadi, si penjual wajib membuat balik nama sertifikat atas namanya setelah melakukan pendatangan AJB dengan pemilik lama/developer. “Jika masih atas nama pemilik lama/developer sertifikat kepemilikan tanah dan pembayaran pajak, maka wajib melibatkan notaris dalam pelaksanaan proses balik nama.” Imbuhnya.

Berdasarkan yang masih dalam paparan Eggie, jika menggunakan jasa PPAT dalam proses jual beli properti adalah saat ketika:

1. Proses jual beli bukan secara kredit tetapi dilakukan secara tunai

Jika dalam proses jual beli rumah tidak melibatkan bank atau tidak secara kredit, tidak perlu memakai jasa notaris dan hanya cukup memakai jasa PPAT.

2. Sudah selesai seluruh surat-surat rumah

 “Jika yang ditunggu prosesnya untuk selesai tidak ada surat-surat, maka hanya cukup dengan PPAT saja. Sebab tugasnya PPAT hanya itu,” tutur Eggie memaparkan.

Itulah beberapa perbedaan antara profesi notaris dan PPAT serta juga fungsinya dalam hal jual beli rumah. Berharap setelah artikel ini dibaca, anda semakin jeli dan paham ketika mau membeli rumah!

sumber artikel: artikel.rumah123.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *