Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Tidak Menabung

Kata orang-orang, kata ibu bapak, kata om tante, kita harus rajin menabung jika ingin masa depan yang baik.

Ingat lagu: “tang ting tung yook, jangan dihitung, lama-lama kita pasti dapat untung!”

Benarkah??

Contohnya, Anda ingin membeli rumah impian 5 tahun dari sekarang yang harganya 1M, lalu Anda menabung sampai terkumpulah uang 1M itu. Lalu 5 tahun kemudian, apa yang terjadi? Rumah yang ingin Anda beli itu sudah naik harganya menjadi 3M. Wah, apakah Anda akan melanjutkan lagi tabungan Anda sampai 3M untuk membeli rumah? Pada saat uang Anda terkumpul 3M, jangan-jangan harga rumah tersebut sudah naik lagi.

Lalu mengapa orang menabung? Orang-orang menabung untuk mempersiapkan masa depan yang nyaman. Tapi apakah benar menabung saja cukup?

Bagaimana kita bisa termasuk dalam golongan orang kaya bisa membeli apapun yang mereka mau dengan mudah dan merasa tenang karena tidak harus pusing secara finansial sampai di masa pensiun? Apa rahasia orang-orang kaya itu?

Jawabannya, karena mereka tidak menabung.

Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Tidak Menabung

ini-alasan-mengapa-orang-kaya-tidak-menabung Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Tidak Menabung

Orang dengan pola pikir kaya tidak menabung. Lalu mereka kemanakan uang mereka? INVESTASI jawabannya.

Alih-alih menabung, uang itu mereka investasikan untuk mendapatkan uang lagi. Mereka bisa mendapatkan aliran pemasukan lain dari investasi mereka. Sehingga, bukannya nilai uang mereka turun, tapi justru terus berkembang.

Jadi, apa alasan sebenarnya mereka tidak menabung? Ini dia alasannya:

Menabung tidak dapat mengejar laju inflasi

Anda banting tulang, bekerja belasan jam sehari, 5 hari dalam seminggu, mendapatkan gaji satu bulan sekali. Lalu apa? Pertama, Anda dikenai pajak pendapatan. Belum sampai ke tangan Anda, gaji Anda sudah dipotong.

Setelah itu, Anda tabung uang Anda ke bank. Tapi yang Anda tidak tahu, bahwa ada pajak lain di bank itu yang bisa menggerus uang Anda. Lalu Anda bertanya, tapi bukankah saya akan mendapatkan bunga dari bank? Bunga bank tidak akan terasa signifikan dan tidak membuat kita menjadi kaya.

Kenapa? pasalnya pada saat ini, bunga tabungan hanya berkisar antara 1-2% saja pertahun sebelum pajak. Lalu ada pengurang nilai lain yang perlu diperhitungkan: inflasi.

Belum lagi ditambah dosa RIBA ketika kita memakan hasil kelebihan dari bunga bank tersebut.

Baca juga : Dosa Riba itu NgeRIBAnget!!!

Balik lagi ke inflasi..

Inflasi adalah pengurang nilai uang. Inflasi merenggut nilai uang kita tanpa kita sadari. Uang yang Anda tabung di bank selama ini, bisa segera hilang karena inflasi. Setiap tahun bunga yang dibayarkan bank telah terbawa oleh pajak dan inflasi. Inflasi ini lah yang menyebabkan harga naik per tahunnya sehingga nilai uang kita turun.

Ini mengapa uang Rp 1000 rupiah tidak bisa lagi membeli semangkuk bakso seperti bertahun-tahun lalu. Tingkat inflasi setiap tahun rata-rata adalah 4% per tahun. Sehingga bunga bank yang 1-2% tidak dapat mengejar nilai inflasi. Bahkan untuk pendidikan, kenaikannya bisa mencapai 17% per tahun.

Menabung tidak selalu menghindari resiko

Kebanyakan orang menabung uangnya untuk mendapatkan rasa “aman” dengan uangnya, karena itu yang mereka tahu dan pahami. Bagi orang yang sudah terbiasa menabung, akan sulit membayangkan melakukan investasi karena mereka takut uang mereka akan hilang begitu saja bila investasinya mengalami kerugian.

Banyak yang berpandangan bahwa investasi sama dengan resiko. Investasi berarti berani kehilangan uang. Kadang mereka mengacuhkan sisi lain investasi yaitu investasi dapat menghasilkan uang berkali-kali lipat.

Tapi di sisi lain, benarkah menabung bebas resiko? Bila kita berpikir secara jangka panjang, kita tahu hanya mengandalkan menabung saja justru mengandung resiko. Setelah memahami laju inflasi, kita tahu nilai uang yang kita tabung akan terus turun. Hal ini pun sebenarnya juga beresiko.

Hidup memang selalu dipenuhi resiko. Kuncinya adalah bagaimana kita bisa belajar dan menaksir seberapa besar resiko tersebut.

Orang kaya paham akan hal ini dan berinvestasi secara pintar. Kita pun perlu terus belajar dan meningkatkan pengetahuan kita tentang investasi sehingga kita bisa mengukur resiko dan bisa memilih investasi yang sesuai.

Anda bisa mulai dengan investasi pengetahuan. Maksudnya, Anda bisa mulai dengan belajar jenis-jenis investasi dan resiko masing-masing. Kami mendorong Anda hari ini untuk mulai meningkatkan pendidikan finansial Anda dan mempersiapkan masa depan keuangan yang lebih cerah dan aman. Semua pilihan kembali lagi jatuh di tangan Anda. Memiliki rasa “aman” namun biasa-biasa saja atau Anda ingin beresiko dan menjadi luar biasa.

Semoga beruntung!

Facebook Comments

1 thought on “Ini Alasan Kenapa Orang Kaya Tidak Menabung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *