Berani Jadi Diri Sendiri Itu Kunci Utama Punya Rumah

Berani Jadi Diri Sendiri Itu Kunci Utama Punya Rumah – ‘Cara mudah mempunyai rumah’? pernahkah mendengar orang bicara begitu, well,percayalah: tidak pernah mudah mempunyai rumah.

Kalau itu gampang, maka sudah pantaskah semua orang yang pasti akan mempunyai rumah. Maksud pantas disini yaitu berdasarkan standar umum kepantasan: usia >25 tahun, punya penghasilan, mempunyai pekerjaan. Kenyataannya tidak, bukan?

Sebab apa yang dapat mewujudkan mempunyai rumah tidak mudah seperti memilih antara bubur yang diaduk maupun tidak? Walaupun keputusan dalam menyantap bubur pun sebuah yang dapat mengenai kepribadian kita lebih dalam mengungkapnya. Bahkan keputusan untuk segera membeli maupun menunda rumah.

Seorang manager berusia 32 tahun selalu ada mengapa banyak alasan, dengan pendapatan gabungan Rp 20 juta/bulan dan punya anak satu tapi tidak mempunyai rumah. Masih mengontrak rumah coba kita lihat apa yang bikin profil mapan ini.

baca juga: Rumah Yang Sesuai Kebutuhan Vs Rumah Impian

  1. Jebakan gaya hidup: urusan hhidup belakangan, gaya duluan.

Dulu bahwa gaji Rp 3 juta cukup, sekarang gaji Rp 15 juta kurang, pernahkan anda mendengar orang yang mengeluh. Mengapa seperti ini? Oke dulu karena kalau makan di warteg, sekarang pasti ke mall tiap weekend. Ini merupakan contoh hedonic treadmill.

Waktu meningkat pendapatannya, ternyata yang dulu kita bayangkan kebahagiaan tidak kunjung datang jua sebab selalu tetap merasa kurang. Misalnya Warren Buffet, dari beliau kita dapat mengambil pelajaran dari para orang terkaya.

Sampai sekarang mempertahankan gaya hidupnya yang bersahaja, beliau salah satu investor tersukses sepanjang masa ini. Tokoh-tokoh penting Indonesia yang anda juga pasti ingat, sekaya apapun mereka tetap konsisten makan tempe dan tahu.

  • Karena lingkungannya juga begitu tidak ada kemendesakan.

Tenang saja, pada belum punya rumah termasuk teman-teman saya juga. Apa lagi, harga rumah sekarang mahal banget. Nanti saja lah.

Hey hey! Sadarlah diantara kita bertanggung jawab atas diri kita bahwa masing-masing di antara kita. Karena gara-gara kita masih kontrak dengan teman-teman, lantas bukan itu yang menjadi alasan tetap ngontrak kita.

We own our own life. Bila kita menunda nanti-nanti saja memiliki rumah, ingatlah ini: pasti naik harga rumah itu, tapi tidak sepastinya itu pendapatan kita.

  • Ingin memiliki rumah, tetapi untuk menghadapi prosesnya tidak punya nyali cukup.

 “Iya, punya rumah ingin sih, tapi saya terbatas uangnya. Paling menggunakan KPR. Kayanya tuh ribet urusin KPR, ya? KAYAKNYA.

baca juga: Perbedaan Harga Cash Dan Kredit Menurut Hukum Islam

Tentunya anda bisa memberikan nilai karakter yang baik serta syarat anda terpenuhi. So, logis, kan? Ada proses ketika anda membeli rumah.

Maka persiapkan diri anda untuk menghadapi proses-proses tersebut.

Lantas bagaimana yang dapat dilakukan?

  1. Jawab dengan jujur pertanyaan lifestyle

Demi 5 posting gambar indah di akun media sosial anda, apakah benar-benar harus banget liburan bulan ini maupun tahun ini? Apakah beli sneakers baru yang lagi hits itu benar-benar sangat butuh? Apakah juga beli lipstick dan concealer itu benar-benar perlu?

Jangan-jangan ada 3 pasang sepatu yang belum dipakai di rumah, anda tidak pernah sentuh 2 concealer, dan ada 5 lipstik yang serupa warnanya semua. Jika semua itu anda memaksakan membeli dengan cara berhutang, jadinya anda menumpuk hutang yang artinya anda overspending.

  • Kebiasaan anda diaudit

Tanyakan mana tujuan jangka panjang anda yang menunjang. Apakah juga, anda seorang yang selalu menunda pekerjaan bahkan mendekati sampai melampai batas deadline? Apakah anda selalu membuka serta menutup hari dengan handphone sambal asyik berselancar diatasnya?

Atau satu buku perminggu biasa anda baca? Apakah anda juga 2 kali dalam seminggu terbiasa berolahraga? Tanyakanlah pada diri anda yang tujuan jangka panjangnya benar-benar mana yang lebih menunjang, dan mana juga yang hanya kesenangan sesaat. Dahulukan kebutuhan, kesampingkan keinginan.

  • Menjadi diri sendiri yang jujur

Cerita soal Warren Buffet, bahwa dia terbuka menyampaikan mengkonsumsi minuman bersoda ia sangat menggemarinya, serta karena sahamnya dia membelinya. Masyarakat umum dalam penilaian, tidak sehat minuman bersoda. Tetapi cuek saja dia.

Untuk melanjutkan gaya hidup sehatnya, saya juga sangat menyarankan untuk anda, tetapi contek dari kebersahajaannya pak Buffet dan disiplin melakukan investasi  dengan fokus untuk mewujudkan impian.

  • Dengan keluarga terbuka, terutama dengan pasangan anda yang sudah menikah

Soal keluarga anda buka-bukaan, termasuk yang anda miliki utang kartu kredit. Untuk mendampingi hidup anda jangan jadi financial burden untuk orang yang dipilih anda.

Jati diri anda sesuai ketika anda nyaman untuk berekspresi, itulah untuk membangun guna saatnya melangkah pada komitmen your own sweet home. Dream home today, better security tomorrow.

sumber artikel: rumah.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *