Apa Saja Sih 7 Tips Membeli Rumah Dengan Pasangan?

Apa Saja Sih 7 Tips Membeli Rumah Dengan Pasangan? – Ketika sehabis menikah, saatnya untuk keluarga kamu membeli serta mempunyai rumah terutama rumah idaman. Lalu tips apa saja sih dalam hal membeli rumah dengan pasangan itu?

Kamu yang menikah baru saja, kebanyakan pilihan tempat tinggal mempunyai banyak tempat mulai dari rumah orang tua maupun rumah dari mertua indah.

Menyewa rumah petak atau kamar kost merupakan salah satu pilihan alternatif lainnya selain mengontrak rumah bahkan sampai menyewa apartemen. Kini mulai saatnya kamu mencari, memburu  serta membeli rumah beserta pasangan. Sekaligus untuk berinvestasi ketika mempunyai rumah.

Simak yuk, situs properti sharialand.co.id yang bakal menguraikan beberapa tips maupun cari membeli rumah yang benar beserta pasangan.

1. Memastikan Jenis Properti serta Kebutuhan

Harus berunding terlebih dahulu antara kamu dan pasangan saat akan tinggal dimana serta jenis apa properti yang mau dibeli. Lantaran karena akses serta sarana fasilitas yang lengkap bisa jadi kamu lebih suka tinggal di perumahan di Bogor.

Lain halnya karena dekat dengan tempat kerja di kawasan industri, maka dari itu pasangan kamu lebih suka tinggal di Bekasi. Mengenai lokasi tempat tinggal kamu harus benar-benar mempertimbangkan segala hal karena masing-masing setiap lokasi itu mempunyai kelebihan maupun kekurangan.

baca juga: Kenali Ciri Khas, Sistem KPR, Hingga Developer Syariah

Jenis properti seperti rumah ini biasanya juga mempunyai kelebihan serta kekurangan. Bisa jadi opsi juga tinggal di klaster perumahan bisa dijadikan sebagai pilihan jika kamu ingin cepat-cepat mempunyai momongan.

2. Lihat Akses Transportasi, Fasilitas Umum, dan Fasilitas Sosial

Ketika menentukan pilihan hunian di sebuah lokasi, alangkah lebih baiknya pertimbangkan terlebih dulu dari segala hal seperti akses transportasi, fasilitas sosial, serta fasilitas umum.

Apakah kamu mempunyai beberapa alternatif transportasi dari rumah ke kantor? Baik motor, mobil, kereta rel listrik (KRL Commuter Line), maupun bus. Mungkin karena letih tidak setiap hari juga kamu membawa mobil. Bisa juga kamu menaiki alternatif lain seperti naik kereta ataupun bus.

Apalagi untuk para calon orang tua guna mempertimbangkan secara matang fasilitas sosial dan fasilitas umum yang ada. Seperti berapa dekat dengan sekolah, pasar, rumah sakit, pusat perbelanjaan, bahkan area strategis yang dekat rumah.

Bayangkan jika anak-anak kamu bisa lelah karena untuk mengantar anak sekolah saja harus membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Bayangkan juga jika selalu macet serta jauh. Begitu juga dengan akses ke pasar, rumah sakit, dan lain sebagainya.

3. Kondisi Keuangan Diperiksa

Masing-masing antara kamu dan pasangan wajib memeriksa kondisi keuangan. Dalam setiap bulan berapa pendapatan serta berapa pendapatan. Apakah kamu mempunyai cicilan seperti cicilan motor atau cicilan mobil, serta lainnya.

Hal ini juga wajib dihitung perihal kamu dan pasangan yang memiliki tanggungan untuk membiayai orang tua maupun adik sekolah. Maka dari itu, harus mulai jujur antara kamu dan pasangan dengan kondisi keuangan yang ada agar masing-masing tidak ada masalah. Kamu dapat memulai untuk menabung guna uang muka dan cicilan rumah dengan semua jenis cicilan selain itu bisa dikurangi ataupun dihilangkan.

4. Pertimbangkan Joint Income

Jika kamu serta pasangan mempunyai penghasilan serta sama-sama kerja, maka developer bisa mempertimbangkan bagi pasangan suami istri yang ingin mengambil KPR (Kredit Perumahan Rakyat).

Saat mengambil skema pembayaran cash bertahap, developer pun juga mempertimbangkan pasanga yang mempunyai joint income.

5. Jika Salah Satu Sumber Pendapatan Hilang Maka Persiapkan Diri

Ketika istri hamil lalu setelah itu melahirkan, barangkali setelah itu selama beberapa waktu dia memutuskan guna menjadi ibu rumah tangga untuk beberapa saat. Maka dengan kondisi ini tidak ada lagi joint income, hal ini yang menjadi sumber penghasilan satu-satunya adalah suami.

Terkecuali jika kamu serta pasangan sudah mempunyai bisnis UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) ataupun memiliki pekerjaan sampingan. Selain itu, kamu ataupun pasangan dapat saja terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena dengan kondisi perekonomian yang seperti ini saat pandemic covid-19.

baca juga: Investasi Properti Supaya Nilainya Terus Naik Inilah 5 Strateginya

Sebagai solusi antisipasi supaya tidak pusing menghadapinya, kamu dan pasangan wajib persiapkan scenario yang tepat.

6. Menabung Uang Muka (DP)

Mengumpulkan uang muka atau down payment (DP) merupakan salah satu cara yang cukup rumit ketika membeli rumah. Kalau kamu mau membeli hunian di Bogor senilai Rp 200 juta dengan uang muka (DP) 10 persen maka yang wajib kamu bayar adalah DP sebesar Rp 20 juta.

Berapa lama durasi uang muka ini kamu yang dapat dikumpulkan? Enam bulan bahkan setahun? Rata-rata untuk uang muka secepatnya diminta developer. Hal ini menjadi tidak masalah, jika kamu sudah mempunyai tabungan. Lalu bagaimana jika sama sekali kamu tidak mempunyainya.

7. Memilih Skema Pembayaran

Masalah lain yang datang adalah cicilan rumah selepas dari urusan pembayaran DP selesai. Biasanya orang yang membeli rumah menjadikannya masalah utama. Berapa lama tenggang waktu jika kamu memilih KPR? 5 tahun, 8 tahun, atau 12 tahun?

Jika cicilan semakin kecil maka semakin lama juga jangka waktunya. Tetapi, dalam jangka waktu lama kamu akan mencicilnya. Pilihan yang dapat menjadi opsi masuk akal adalah 8 tahun, namun untuk membayar cicilannya kamu masih sanggup.

sumber artikel: artikel.rumah123.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *