Agar Tidak Terlilit Utang Dari KPR Rumah Perhatikan 4 Hal Ini

Agar Tidak Terlilit Utang Dari KPR Rumah Perhatikan 4 Hal Ini – Setiap tahunnya harga properti semakin melonjak drastis sehingga membeli rumah melalui skema pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) menjadi alternatif orang memilihnya.

Pastinya hanya segelintir orang saja yang sanggup membayarnya secara cash keras dari harga yang ratusan juta bahkan hingga miliaran rupiah.

Ketika membeli rumah tidak bisa dipungkiri lagi dengan skema KPR yang banyak meringankan orang. Walaupun begitu, supaya cicilan rumah berjalan lancar ada beberapa hal yang patut diperhatikan.

Rumah merupakan barang mewah walau bagaimana pun. Untuk membelinya tidak sedikit dana yang harus dikeluarkan.

Saat terlilit utang KPR siap-siap rugi besar

Potensi terjerat utang bisa sangat besar, jika kamu saat menjalani KPR kurang teliti dan tidak penuh perhitungan.

Ketika sudah terjerat utang kerugian yang sangat banyak pasti akan kamu alami. Pastinya properti yang anda cicil bisa disita oleh bank itu yang konvensional tetapi kalau yang syariah nanti bisa dijualkan kembali.

baca juga: Untuk Urus Sertifikat Tanah Harus Siapkan Uang Berapa Sih?

Tentunya kamu tidak mau mengalaminya karena bisa menyebabkan keretakan pada keluarga dan kesehatan.

Maka dari itu, pertimbangkan terlebih dahulu secara baik-baik hal ini sebelum kamu mengajukan KPR. Jangan sampai kamu terlilit utang!

Supaya tidak terjerat utang KPR ada 4 hal yang perlu diperhatikan

Dari penghasilan perbulan tidak melebihi dari 30% besaran cicilan

Komitmen dalam kurun waktu yang panjang hingga puluhan tahun merupakan KPR. Untuk membayar cicilan rumah setiap bulannya dialokasikan dari penghasilanmu.

Oleh karena itu, untuk membayar utang KPR jangan sampai cicilan tersebut dapat membebanimu sebab kebutuhan lainnya juga kamu harus merelakan maupun lebih-lebih kamu berhutang ke tempat lain.

Sebaiknya untuk cicilan KPR tidak melewati batas 30% dari gaji yang dibayarkan setiap bulannya, menurut para perencana keuangan.

Dengan demikian, kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan yang lain dengan cara menyesuaikan secara kemampuan keuanganmu.

Untuk antisipasi siapkan dana darurat

Selain untuk membayar cicilan KPR juga alokasikan dana untuk dana darurat, dari penghasilan bulanan jangan lupa sisihkan kurang lebih 10%.

Fungsinya guna berjaga-jaga serta mengantisipasi dari hal-hal yang bersifat darurat. Bisa-bisa bangkrut karena harus mengeluarkan dana ekstra jika tanpa dana darurat ini.

Cicilan KPR sebagai prioritas

Apa yang sudah disebutkan diatas, komitmen untuk jangka yang panjang merupakan KPR. Kamu harus berani memiliki komitmen jika benar-benar mau mempunyai rumah pribadi.

baca juga: Perbedaan Harga Cash Dan Kredit Menurut Hukum Islam

Saat baru menerima gaji jangan sampai uang digunakan untuk menghamburkan dengan hal-hal yang tidak penting semisal gadget yang sekarang kamu punyai belum rusak malah membeli yang baru lagi.

Jika cicilan rumah sudah terikat, saat gaji sudah turun maka yang kamu harus lakukan paling utama adalah segera membayar cicilan KPR tersebut, jangan sampai menunggaknya.

Ingatlah jika sudah menjadi kewajiban yang satu ini yaitu membayar utang. Maka, sebelum gajimu habis untuk kebutuhan lain lebih baik prioritaskan terlebih dahulu untuk pengeluaran membayar cicilan KPR.

Jangan melunasi utang KPR dengan utang lagi

Kamu mungkin sudah merasakan suatu masa ketika dihadapkan waktu jatuh tempo cicilan KPR yang mengalami kesulitan keuangan.

Saat pada kondisi seperti ini, untuk menutup cicilan KPR jangan sampai berutang lagi ke tempat yang lain.

Yang jelas, kamu dapat membayar cicilan secara dobel di bulan berikutnya karena kamu terlilit utang lagi.

Alangkah baiknya bisa gunakan cara lain, contohnya adalah menggunakan tabungan darurat serta bisa juga meminjam pada keluarga.

Memang betul, sangat dihindari orang banyak jika berutang  pada keluarga. Namun, upaya ini tentu dapat menjadi solusi terbaik jika sudah sangat mendesak sekali.

sumber artikel: artikel.rumah123.com

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *